Jakarta, MPOL - Kemandirian
Fiskal Banten mencapai 70 persen dari PAD demikian gubernur
Banten Andra Soni mengatakan pada wartawan Kamis (7/5) di
Banten.
Baca Juga:
Menurutnya 70% dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan kontribusi terbesar berasal dari wilayah Tangerang Raya. Ia menyoroti pembangunan pusat pemerintahan
Banten (KP3B) di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, yang menempati lahan seluas 60 hektar dan menjadi lokasi terpadu bagi berbagai instansi, termasuk kampus-kampus besar seperti Untirta dan UIN.
Selain itu, data demografi dan potensi provinsi, dengan jumlah penduduk mendekati 13 juta orang yang tersebar di 4 kota dan 4 kabupaten, serta panjang garis pantai hampir 900 kilometer yang menawarkan peluang wisata dan investasi.
Dalam sektor pendidikan, Provinsi
Banten tercatat memiliki sekitar 1,8 juta mahasiswa, menjadikannya salah satu provinsi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi
Banten pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,64%, dan Gubernur Andra optimis target pertumbuhan 8% dapat dicapai berkat potensi pertanian dan lokasi strategis provinsi.
Gubernur mengajak para wartawan untuk mempererat hubungan dan terus menyebarkan informasi positif tentang
Banten. Ia juga berjanji akan membuka kesempatan bagi para wartawan untuk mengunjungi berbagai daerah di provinsi yang kaya akan budaya dan potensi ekonomi.
Gubernur juga menyoroti pembangunan pusat pemerintahan
Banten (KP3B) di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, yang menempati lahan seluas 60 hektar dan menjadi lokasi terpadu bagi berbagai instansi, termasuk kampus-kampus besar seperti Untirta dan UIN.
Sejarah singkat Provinsi
Banten yang resmi terbentuk pada 4 Oktober 2000 dan menekankan posisi strategis
Banten sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Jakarta. "Alhamdulillah, pertumbuhan
Banten berkembang pesat, dan kami terus berupaya sejajar dengan provinsi lain di Indonesia," tutur Andra Soni. (ZAR)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani