Jumat, 14 Agustus 2026

MBG Bukan Sekadar Pembagian Makanan, Melainkan Terobosan Pemerintah Untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045

Zainul Azhar - Jumat, 14 Agustus 2026 15:35 WIB
MBG Bukan Sekadar Pembagian Makanan, Melainkan Terobosan Pemerintah Untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045
Jakarta, MPOL - Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadader pembagian makanan nelainkan terobosan pemerintah mewujudkan generasi Emas 2045 demikian Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatajsb dslam pidato Sidang Bersama DPR, DPD RI, Jumat (14/8) di DPR RI Jakarta.

Baca Juga:
Menurutnya program MBG bukan sekadar pembagian makanan, melainkan terobosan pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas. Pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, serta kelompok yang membutuhkan juga menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Meski memiliki tujuan besar, Ketua Dewan Kehormatan sekaligus Sekretaris Dewan Pembina Partai Gerindra itu menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pelaksanaan program MBG agar manfaatnya tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa tujuan yang baik itu dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, tepat sasaran, dan akuntabel," Selain MBG,juga menyoroti KDKMP atau Kopdes Merah Putih sebagai wujud perekonomian yang disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

"Hal ini amanat ini menunjukkan pembangunan ekonomi Indonesia tidak boleh semata-mata diserahkan kepada persaingan bebas yang membuat pihak kuat semakin perkasa dan pihak lemah semakin tersisih."

Koperasi menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan demokrasi dalam kehidupan ekonomi. Melalui koperasi yang dikelola secara sehat dan profesional, petani dapat memperkuat posisi tawarnya, nelayan memperoleh akses pasar, dan pelaku usaha mikro memiliki ruang untuk berkembang.

Selain itu, koperasi juga dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok sehingga nilai tambah ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat.

Ia menilai koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan juga semangat untuk maju bersama. Karena itu, keberhasilannya dapat diukur dari tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif, meningkatnya pendapatan anggota, kuatnya tata bertambahnya kemandirian masyarakat, tutur Ahnad Muzani. (ZAR)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru