Muhammad Saleh, Nahkoda Baru FPRMI Aceh
Banda Aceh, MPOL Wartawan senior Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Pemimpin Redaksi Multimedia
Nusantara
Medan, MPOL - Penyidik Polsek Medan Area tengah memeriksa pelaku Ferdiansyah alias Feri Sirait (41) yang tega mengancam bunuh ibu kandungnya, Rismawati alias Bu Iyes (67). Akibat dari pengancaman itu, pelaku dihajar massa di sekitaran tempat tinggalnya Jalan Denai, Gang Hafiz, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai.
Baca Juga:
- Modus Check-in Hotel, Komplotan Curanmor Sikat Motor CRF Di Parkiran : Tiga Pelaku Ditangkap
- Polrestabes Medan Ungkap 9 Kasus Penimbunan BBM Bersubsidi, 16 Tersangka Dibui : 30 Ribu Liter Minyak, 2 Truk, dan 4 Mobil Disita
- Polrestabes Medan Tangkap Gerombolan Geng Motor : Remaja Pria Ditebas Pakai Sajam, dan Dibuang ke Gorong-gorong
Kapolsek Medan Area, AKP Dwi Himawan Chandra membeberkan perkembangan penanganan perkara yang dilakukan pelaku terhadap ibunya. Kata Himawan, hasil tes urine pelaku sudah diketahui.
"Sesuai hasil lab pemeriksaan urine terduga pelaku terindikasi positif menggunakan methampetamine (sabu). Informasi awal dari keterangan ibunya status pelaku masih dalam rangka bebas bersyarat dalam kasus 351 yang dilakukan pelaku kepada pamannya," kata Dwi Himawan kepada Medan Pos, Kamis (3/4/2025) sore.
Terhadap pelaku juga telah dilaporkan oleh sepupunya Abdul Rahman Hasibuan (28) dalam kasus penganiayaan, di mana pelaku membenturkan kepala korban.
"Di tempat kita objek perkaranya (pasal) 352. Nantinya pelaku akan direhab sambil berproses (lanjut), perkaranya.
Kanitreskrim Polsek Medan Area, Iptu Dian Pranata Simangunsong menambahkan bahwa pelaku sudah diserahkan ke Panti Rehabilitasi Kiki Alam Jaya, Jalan Seroja Raya, Medan.
Selain itu, Dian mengatakan bahwa kasus penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap sepupunya tetap berproses.
"(Kasus penganiayaan) sudah proses sidik dan gelar untuk penetapan tersangka terhadap pelaku," sebutnya.
Sebelumnya, seorang pemuda di Jalan Denai, Gang Hafiz, Kecamatan Medan Denai, babak belur dihajar massa. Pria yang belakangan diketahui bernama Feri (42) itu dikabarkan masyarakat telah membunuh ibu kandungnya sendiri, Rismawati alias Bu Iyes (67).
Video pelaku dikepung warga pun sempat viral di media sosial Tiktok dengan narasi "anak bunuh ibu kandung di Medan Denai". Namun, tak berapa lama video tersebut telah dihapus.
Di video itu terlihat di bagian wajah pelaku sudah berdarah dengan kondisi tidak memakai baju. Warga beramai-ramai menunggu pelaku turun yang saat itu berada di atas tembok rumah warga. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung turun ke lokasi mengamankan pelaku dan selanjutnya memboyongnya ke Polsek Medan Area.
Sementara, ibu pelaku ternyata tidak dibunuh alias sehat walafiat. Saat dicek, di tubuh ibu pelaku tidak ditemukan tindakan kekerasan maupun darah.

Himawan menyampaikan awalnya pihaknya mendapatkan laporan informasi dari layanan pengaduan kepada Kapolrestabes Medan terkait adanya dugaan pembunuhan dari salah satu pelapor. Selanjutnya tim Tekab Polsek Medan Area dipimpin Kaniteskrim Iptu Dian Pranata langsung mendatangi TKP dan mengamankan terduga pelaku.
Selain pelaku, saksi-saksi dan diduga korban (ibu pelaku) juga dibawa ke Polsek Medan Area untuk dimintai keterangan.
"Untuk informasi sementara yang kami peroleh dari keterangan saksi (ibu pelaku), sementara masih status saksi, yang menurut sangkutan ini, awal mula adalah pelaku meminta sejumlah uang kepada orang tuanya sendiri. Kebetulan ini adalah hubungan antara anak dengan ibu," kata Himawan didampingi Kanitreskrim Iptu Dian saat diwawancarai di Polsek Medan Area, Rabu (2/5/2025) malam.
Kata Himawan, terduga pelaku ini kerap meminta uang kepada ibunya. Awalnya ibunya memberikan Rp 10.000, lalu diminta lagi kemudian dikasih Rp 5.000.
"Selanjutnya (terduga pelaku) meminta lagi uang, namun untuk yang ketiganya ini tidak diberi. Ketika tidak diberi inilah emosi anak ini memuncak sehingga mengeluarkan kata-kata nada ancaman terkait perkataan 'kubunuh kau'," jelasnya.
Terkait dengan nada ancaman itu terdengar oleh masyarakat sekitar hingga masyarakat sekitar mengamankan dana beramai-ramai menghajar terduga pelaku.
"Untuk pelaku, karena di lokasi yang sama berkumpul beberapa massa, sedikit mengalami luka, namun dalam kondisi yang baik," sebutnya.
Saat disinggung soal viral di media sosial bahwa adanya anak bunuh ibu kandung, Himawan menegaskan ternyata tidak benar alias hoax.
"Kita pastikan untuk saat ini itu berupa perkataan lisan saja, ancaman, karena tadi disampaikan bahwa sejumlah uang tidak diberi sehingga antusias warga sekitar yang mendengar langsung melakukan pemukulan dan mengamankan terduga pelaku," ungkapnya.
Terduga Pelaku Merupakan Residivis Kasus Tikam Paman
Feri terduga pelaku yang mengancam ibu kandungnya itu merupakan residivis kasus penganiayaan berat (anirat). Menurut informasi yang dihimpun Medan Pos di lapangan, pelaku pernah ditangkap karena menikam pamannya (adik kandung ibu pelaku) menggunakan pisau. Peristiwa itu dikabarkan terjadi setahun yang lalu.
Karena kasus tersebut, pelaku ditahan dan dihukum penjara selama satu tahun. Namun, ia lebih awal keluar alias bebas dari penjara setelah mendapat remisi (potongan masa tahanan).

Disebutkan pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat karena ulahnya yang sering memaksa ibunya memberikan uang kepadanya hingga berujung penganiayaan dan pengancaman.
"Pernah di suatu waktu, ibu korban ditendang dan dipijak-pijak pelaku karena tak diberi uang. Akibat penganiayaan itu, tangan korban sempat bengkak karena ditendang sampai tercampak sekitar tiga meter," ujar warga.
Kapolsek Medan Area, AKP Himawan Chandra mengaku telah mendapat informasi bahwa pelaku merupakan mantan narapidana alias residivis.
"Informasi sementara dari ibu pelaku selaku saksi menyampaikan bahwa yang bersangkutan kurang lebih sekitar 4-5 bulan yang lalu baru keluar dari Lapas," katanya. *
Banda Aceh, MPOL Wartawan senior Muhammad Saleh, S.E., S.H., M.M. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Forum Pemimpin Redaksi Multimedia
Nusantara
Nasib buruk dialami seorang remaja pria ber nama Januar Lubis (16) warga Belibis IV Perumnas Mandala.Apa tidak, saat melintas di kawasan S
Sumatera Utara
Jakarta, MPOL Pelantikan Pengurus Besar Persatuan Truf Seluruh Indonesia (PB PTSI) yang digelar di Komplek Pendidikan Al Jannah, Cibubur,
Olahraga
Tebing Tinggi, MPOL Kantor Imigrasi Kelas II TPI Pematang Siantar menggelar kegiatan Bakti Sosial dan Pemeriksaan PAP SMEAR gratis, Sabtu (
Sumatera Utara
Labuhanbatu, MPOLPT Bank Sumut (Perseroda) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui perluasan jaringan layan
Ekonomi
Jakarta, MPOL Pembahasan Rancangan UndangUndang (RUU) Daerah Kepulauan resmi berlanjut setelah Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesi
Nasional
Taput, MPOL Bupati Taput Dr.JTP Hutabarat didampingi Bunda PAUD Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah
Sumatera Utara
P.Siantar, MPOL PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar kembali melaksanakan kegiatan sosial melalui Xtracare sebagai wujud kepedulian kepada
Sumatera Utara
Medan, MPOL Kombes. Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi XIII F
Sumatera Utara
Perdagangan, MPOL Keberadaan saluran parit pembuangan limbah cair yang dibangun oleh PT. Kinra Kawasan Industri Nusantara di Kawasan Ekono
Sumatera Utara