Medan, MPOL: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyampaikan hasil investigasinya terkait kasus
penembakan seorang remaja Muhammad Syuhada (17) oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan. Hasilnya ditemukan adanya dugaan pelanggaran SOP (Standar Operasional Prosedur).
Baca Juga:
"Ada dugaan pelanggaran SOP yang dilakukan
Kapolres Belawan AKBP Oloan Siahaan dalam mengambil keputusan sehingga meningalnya seorang remaja," kata
Komisioner Kompolnas
Choirul Anam saat konfrensi pers di Mapoldasu, Jumat (9/5).
Anam mengatakan, dugaan pelanggaran SOP itu terlihat dari ukuran level ancaman dan level mengambil tindakan. Itu yang paling kuat dugaan pelanggarannya. Namun secara pasti, kita belum dapat memastikan levelnya karena diperlukan rekam jejak digital dengan mengedepankan scientific.
"Detail peristiwanya soal
penembakan ini direkam digitalnya tidak bisa diurai dengan jelas dengan mata telanjang harus diurai dengan laboratorium forensik. Makanya kami tunggu itu hasil dari laboratorium forensiknya," katanya.
Anam mengatakan belum dapat memeriksa Kapolres karena masih dipatsus (Penempatan khusus) Propam. "Kompolnas menghargai penyelidikan yang dilakukan Propam. Nantinya hasil yang didapat atas peristiwa
penembakan itu menjadi masukan kepada Polri," tuturnya.
Didampingi Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Nanang Masbudi dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan,
Komisioner Kompolnas
Choirul Anam mengatakan ada terjadi aksi tawuran kelompok remaja di Jalan Tol Balmera, Kecamatan Medan Belawan, pada Minggu dinihari lalu. Ada yang membawa senjata tajam dan petasan yang diduga daya lontarnya jauh.
Dan sebelum
penembakan terjadi, ada mobil Jasa Marga mengalami kerusakan kaca pecah akibat dilempar pelaku tawuran. Tidak lama kemudian, ditempat yang hampir sama Kapolres datang. Melihat belasan pemuda yang melakukan tawuran diruang publik yang seharusnya nyaman dari gangguan sehingga Kapolres berhenti hingga terjadi
penembakan.
Anam menyampaikan bahwa pihaknya memeriksa sejumlah pihak, seperti korban
penembakan, keluarga, masyarakat sekitar dan juga pihak kepolisian untuk mendalami
penembakan itu. Selain itu, Kompolnas juga melakukan olah TKP.
"Hasilnya, memang ada sejumlah orang yang berada di tol tersebut pada saat kejadian. Anak-anak tersebut membawa senjata tajam dan petasan, sehingga terkonfirmasi di situ bahwa di ruang yang seharusnya nggak boleh ada anak-anak yang melintas, di sana ada sekumpul anak, jumlahnya belasan," jelasnya.
"Apakah mereka ini juga melakukan sesuatu? yang pasti, satu, ada bawa senjata tajam. Bagaimana kita mendapatkan informasi ini bahwa satu dari keterangan korban sendiri mengatakan demikian, kedua dari petugas Jasa Marga. Jadi, adanya sekelompok anak-anak membawa sajam terkonfirmasi. Kalau istilah di sini petasan, tapi kalau di kampung saya petasan, itu juga ada," sambungnya.
Eks
Komisioner Komnas HAM itu mengatakan bahwa dalam kondisi tersebut memungkinkan semua orang yang melintas di jalan tol mendapatkan ancaman. Berdasarkan investigasi mereka, peristiwa seperti itu sudah terjadi berulang kali.
"Ternyata problem yang ada di jalan tol itu sekumpulan itu tidak hanya di situ, sepanjang kami menelusuri dan sebagainya, beberapa hari sebelumnya juga ada, sama-sama di jalan tol, kami mendapatkan videonya, walaupun lokasinya berbeda, tapi masih satu jalur dan jaraknya tidak terlalu jauh. Situasinya memang situasi yang memungkinkan mendapat ancaman ketidakamanan di ruang publik jalan tol yang harusnya steril. Di titik itulah Pak Kapolres berhenti mobilnya dan terjadilah peristiwa
penembakan itu," kata Anam.
Anam menambahkan sehari setelah peristiwa
penembakan itu, terjadi tawuran mengakibatkan Kapolsek Belawan mengalami luka di wajahnya. Masyarakat yang kita tanya juga mengaku sering terjadi tawuran mereka ingin ada tindakan tegas dari kepolisian.
"Dari serangkaian keterangan yang kita peroleh berarti ada peran narkoba didalamnya. Karena itu, kita harus melihat lebih konfrehensif dengan dinamika sosial yang terjadi dan untuk menyelesaikan tawuran itu harus dilakukan bersama-sama," pungkas
Choirul Anam.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Josmarlin Tambunan