Medan, MPOL - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD)
Klinik Ekspor secara daring bersama jajaran Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Sumatera Utara pada Rabu (20/05).
Baca Juga:
Langkah strategis ini dilakukan untuk memetakan solusi konkret sekaligus mempercepat akselerasi produk lokal go-international.
Forum ini mengupas tuntas ekosistem ekspor dari hulu ke hilir dengan menghadirkan para narasumber, mulai dari skema pembiayaan, asuransi, serta jaminan ekspor terstruktur oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (
LPEI); integrasi ekosistem digital melalui portal ukme.kemenkeu.go.id oleh Lembaga Nasional Single Window (
LNSW); hingga pemaparan insentif fiskal seperti Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) khusus UMKM oleh Direktorat Fasilitas Kepabeanan Kantor Pusat
DJBC.
Perwakilan OPD yang hadir—mulai dari Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan; Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang; Dinas Koperasi, UKM dan Penanaman Modal Kabupaten Langkat; hingga BAPPEDA Kabupaten Tapanuli Selatan—menyampaikan komitmen penuh untuk mengawal dan mendukung UMKM binaan di masing-masing wilayah geografisnya.
Sesi diskusi interaktif dimanfaatkan secara optimal oleh lebih dari 18 UMKM undangan asal wilayah Medan hingga Sibolga, seperti PT Keloria Moringa Jaya, PT Aloya Bumi Nusantara, PT Abu Faqih Farm, PT Mushiro, PT Bos Teri, PT Food Sakti Emas, CV Makame Rempah, CV Sakinah, PT Puri Food & Healthy, Marquez Foods, CV Coffeest Roastery, Rumah Batik Jshibory, Aurora Fashion, CV Dayac Coffee, CV Haramas, dan CV Galeri Ulos Sianipar. Kegiatan untuk membedah langsung kendala riil di lapangan terkait perizinan, pendanaan, hingga strategi pemasaran global, yang kemudian diinventarisasi oleh tim Bea Cukai untuk penyusunan solusi jangka panjang.
Kepala Kantor
Bea Cukai Medan, Dede Mulyana yang akrab disapa KDM atau Kang Dede Mulyana memberikan apresiasi tinggi sekaligus menitipkan harapan besar dari sinergi ini.
"Jadikan
Klinik Ekspor ini sebagai 'Rumah Bersama'. Ini bukan sekadar nama program di atas kertas, melainkan ruang kolaborasi nyata tempat pelaku UMKM bertanya, berkonsultasi, dan wadah untuk menjemput solusi nyata. Momentum kegiatan ini harus melahirkan rencana aksi yang konkret untuk membawa produk lokal Sumatera Utara menembus batas negara," tegas KDM.
Kegiatan FGD ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program penguatan ekspor di wilayah regional. Sebelumnya, pada Selasa (19/05), telah sukses dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis kepada para Agen Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai di lingkungan Sumatera Utara yang diselenggarakan atas kolaborasi
Bea Cukai Medan dan Direktorat Fasilitas Kepabeanan
DJBC. ( ina/r)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Baringin MH Pulungan