Jakarta, MPOL - Teladan kesederhanaan
Paus Fransiskus danDiplomasi Perdamaian
Israel-
Palestina demikian Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono, mengatakan dalam Dialektika Demokrasi "Mengenang Kesederhanaan paus Fransiskus Gong Bapak Suci untuk perdamaian Isael-
Palestina, Selasa (29/4) di DPR RI Jakartra.
Baca Juga:
Menurutnya sosok
Paus Fransiskus sebagai teladan moral global dalam mengupayakan perdamaian dunia, khususnya dalam konflik berkepanjangan antara
Israel dan
Palestina. "Kita sangat terkesima dengan
Paus Fransiskus. Di sisa-sisa hidupnya, beliau tetap setia dengan sumpah kesederhanaannya."
Paus hanya meninggalkan kekayaan sekitar 100 dolar AS dan bahkan selama kunjungannya ke Jakarta memilih menggunakan mobil sederhana Toyota Zenix, bukan kendaraan mewah. Menurut dia, kekuatan simbolik
Paus melampaui sekadar kekuatan spiritual. "Beliau tak memiliki kekuatan militer seperti negara-negara besar, tapi suaranya dalam menyuarakan perdamaian begitu kuat."
Dalam konteks konflik
Israel-
Palestina, Dave menekankan pentingnya belajar dari pendekatan
Paus: empati, dialog, dan inklusivitas. Ia juga menyinggung betapa peliknya konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama ribuan tahun dan menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal. "Presiden Prabowo pun telah menawarkan solusi sementara dengan menampung pengungsi untuk memulai proses penyembuhan."
Pentingnya diplomasi kemanusiaan yang menjunjung kesederhanaan dan keadilan, sembari mengajak semua pihak untuk terus mendorong proses dialog. "Selama pintu dialog masih terbuka, berarti masih ada harapan. DPR berperan menjembatani dan terus mendorong forum-forum multilateral agar proses perdamaian tetap hidup."
Ia mengingatkan bahwa konflik di kawasan seperti Timur Tengah bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi berdampak langsung pada kehidupan global, termasuk ekonomi Indonesia.
"Dampak konflik itu nyata, dimana barang jadi mahal, distribusi terganggu. Karena itu, perdamaian bukan hanya idealisme, tapi juga kebutuhan praktis," tutur Dave Laksono.
Sedangkan pengamat Hubungan Internasional Hikmahanto Juwana mengatakan seruan Kemanusiaan
Paus Fransiskus Jadi Alarm Moral atas Genosida di Gaza. Seruan moral
Paus Fransiskus terhadap situasi kemanusiaan di Gaza mendapat sorotan dari pengamat hubungan internasional, Hikmahanto Juwana. Ia menilai sikap Vatikan yang konsisten membela perdamaian dan kemanusiaan menjadi suara penting di tengah konflik yang kian mengarah pada genosida.
"Keberpihakan
Paus Fransiskus terhadap perdamaian dan kemanusiaan sungguh luar biasa. Kesederhanaannya dan ketegasannya dalam menyuarakan nilai-nilai moral justru membuat para pemimpin
Israel merasa terancam." Absennya delegasi
Israel dalam pemakaman seorang tokoh Vatikan adalah indikasi nyata bahwa seruan Vatikan tidak diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah
Israel.
"Presiden Amerika Serikat, Prancis, hingga Zelensky hadir. Tapi
Israel tak kirim satu pun perwakilan." Serangan
Israel ke Gaza kini tak lagi hanya soal balasan terhadap serangan 7 Oktober 2023. "Perang ini sudah mengarah pada genosida etnis. Bukan sekadar membalas dendam, tapi juga untuk menghabisi Hamas dan menguasai Gaza seperti mereka menguasai Tepi Barat."
Ia mengapresiasi konsistensi
Paus Fransiskus dalam menyerukan perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak
Palestina. "
Paus melihat isu ini bukan dari sisi agama, tapi kemanusiaan. Anak-anak yang diserang hari ini bisa tumbuh menjadi pejuang, dan perempuan yang dibunuh adalah mereka yang melahirkan generasi perlawanan," tutur Hikmahanto.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Marini Rizka Handayani