Bayu menyebut dari hasil penyelidikan pihaknya mendapat informasi bahwa korban sehari-harinya adalah pencari pakan buat ternaknya. Saat itu korban bersama dua temannya keluar melintas di dekat lokasi kejadian. Salah satu teman korban berinisial B melihat ada
kelompok tawuran berada di jalan. Lalu, B dikejar melarikan diri.
Baca Juga:
"Informasi dari penyelidikan, dia (korban) mencari makan babi. Dia keluar sama dua orang lainnya. Kemudian atas nama Berry ini mengetahui komplotan berada di jalan kemudian lari, gak tahu permasalahan baru (korban) dihajar," ucapnya.
Akibat dari kejadian tersebut korban yang tidak mengetahui apa-apa ditebas oleh kelompok tersebut menggunakan
sajam jenis
parang. Seketika korban tergeletak di pinggir jalan dengan kondisi bersimbah darah.
"Hasil autopsi benar ada luka di rongga, patah tulang, kantong jantung bocor, ini yang menyebabkan meninggal. Dia warga di Jalan Padang, tak terafiliasi dengan
gemot manapun," pungkasnya.
Sementara, pelaku R mengaku ketakutan dan kabur ke luar kota usai membacok korban hingga
tewas. "Saya lari ke Tangerang. Takut, makanya lari," katanya.
Sebelumnya, seorang pemuda ditemukan
tewas tergeletak bersimbah darah di pinggir Jalan Padang (dekat
rel kereta api), Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Senin (13/10/2025) sekira pukul 03.30 WIB. Adapun identitas korban adalah Dapid Martua Nainggolan (26) warga Jalan Betet No. 43, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai.
Korban dikabarkan
tewas saat mencari pakan untuk ternaknya. Entah bagaimana, korban ditarik oleh dua orang tak dikenal lalu pelaku diduga menghujamkan senjata tajam (
sajam) ke tubuh korban. Korban sempat dibawa ke salah satu klinik terdekat, namun nyawa korban tak tertolong. *
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News